Tahun Lalu, Penjualan Spindo Turun 2,6%

Friday , 21 Apr 2017 01:46

Tahun lalu menjadi tahun yang berat bagi PT Steel Pipe Indonesia Tbk (Spindo) karena perusahaan pipa baja ini hanya bisa menjual 362.874 ton pipa baja, turun 2,6% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya, sebanyak 372.790 ton.

"Meski berat, kami masih bisa mencetak laba," kata Hubungan Investor Spindo, Johanes Wahyudi Edward kepada pers di Jakarta, Jumat (21/4).

Saat ini, perusahan dengan kode emiten ISSP tersebut belum bisa mengumumkan kinerja keuangan tahun lalu karena masih dalam proses audit. Penyebab penurunan penjualan tersebut karena sepinya permintaan pipa baja untuk proyek infrastruktur dan proyek minyak dan gas.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan ini hanya mencatatkan penjualan pipa baja infrastruktur atau spiral pipe non API sebanyak 50.858 ton. Angka ini turun 34,8% ketimbang penjualan periode yang sama tahun sebelumnya, sebanyak 78.028 ton.

Beruntung, penurunan dalam penjualan pipa baja infrastruktur tersebut tertolong oleh kenaikan penjualan pipa untuk industri lain. Seperti pipa water pipe, black pipe non API, mechanical pipe, furniture pipe dan pole dengan kenaikan bervariasi, antara 11% sampai 30%.

Meski tahun lalu terjadi pelemahan permintaan, Spindo memproyeksikan akan ada kenaikan permintaan tahun ini. 

"Pada kuartal pertama 2017 sudah terjadi kenaikan penjualan pipa baja untuk infrastruktur. Proyeksi kami ada kenaikan pendapatan 20% sampai 30% tahun ini," papar Johanes.

Selain permintaan baja dari infrastruktur, permintaan pipa baja untuk otomotif terutama dari pabrikan Honda dan Toyota sudah mulai membaik, lanjut Johanes, pesanan pipa baja untuk pasar ekspor juga mulai terlihat.

"Tahun ini perseroan menargetkan produksi 380.000 ton pipa baja, naik antara 11% hingga 15% dari produksi tahun lalu sekitar 330.000 ton sampai 340.000 ton. Pada tahun ini akan terjadi kenaikan porsi untuk kebutuhan konstruksi dan otomotif," pungkasnya.




Sumber : ANTARANEWS.COM