Gandeng Perusahaan Korsel, ADHI Rambah Bisnis Air Bersih

Monday , 20 Mar 2017 04:26

 

Diversifikasi bisnis selain di sektor konstruksi, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bakal merambah bisnis pengelolaan air bersih. Hal ini dinilai menjanjikan, karena penyediaan air bersih menjadi fokus banyak pemerintah daerah seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan terutama kawasan perkotaan yang semakin padat.

Direktur Utama Adhi Karya Budi mengatakan perseroan tengah mengkaji rencana investasi tersebut. Dirinya berharap penandatanganan pembentukan perusahaan patungan tersebut bisa dilakukan tahun ini juga.”Terkait bisnis penjernihan air bersih ini, kami sudah bersurat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," ujarnya.

Dijelaskannya, bentuk realisasinya Adhi Karya berencana membentuk perusahaan patungan di bidang investasi penjernihan air senilai Rp 3,5 triliun dengan korporasi Korea Selatan K-Water. Keputusan pihaknya masuk ke bisnis penjernihan air bersih karena potensinya yang sangat besar. Apalagi kebutuhan air di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Medan sangat tinggi.

”Kita pilih mau masuk ke pengolahan air bersih karena belum banyak perusahaan yang masuk ke sektor tersebut. Jadi kita akan fokus berinvestasi di sektor yang belum banyak ditangani. Air yang sudah dijernihkan nantinya akan dijual kepada PDAM setempat untuk kemudian disalurkan kepada pelanggan," tuturnya.

Saat ini, ADHI tengah melakukan studi terkait rencana investasi tersebut. Perusahaan tengah mempelajari kota-kota mana yang saat ini berpotensi untuk dikembangkan dan dari mana sumber air yang akan diolah. Setelah studi rampung, Adhi akan mengikuti tender untuk proyek-proyek pengolahan air yang dilakukan oleh pemerintah atau lewat prakarsa sendiri.

Kontrak proyek nantinya nantinya kontrak akan didapatkan dari pemerintah daerah. Sedangkan airnya akan dijual ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Adhi menargetkan bisa mendapatkan lima kontrak pengolahan air tahun ini. Proyek-proyek tersebut akan dikembangkan dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain.

Tahun ini, Adhi Karya targetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 21,6 triliun. Realisasi target tersebut didominasi oleh proyek-proyek pemerintah di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata pernah bilang, target tersebut di luar proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). Dijelaskannya pula, dari target tersebut, perolehan proyek APBN ditargetkan sebesar 38,7%.

Kemudian, perolehan proyek yang disediakan oleh BUMN akan berkontribusi sebesar 34,4%. Sedangkan, sisanya adalah proyek swasta atau lainnya yang ditargetkan berkontribusi sebesar 26,9%.



Sumber : OKEZONE.COM