Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 28 Jul 2017 09:59

Market Movement

IHSG berbalik arah menguat, naik 0,3% ke level 5.819,7 mengekor bursa global ditambah dengan sentimen positif dari Fed yang menahan tingkat suku bunga acuannya. Meski demikian, investor asing tercatat masih di posisi jual bersih dengan nilai transaksi Rp29,4 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, saham-saham perbankan dan pertambangan memimpin penguatan pasar, sementara saham-saham perkebunan dan industri dasar terkoreksi paling dalam. DI sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap USD ditutup menguat tipis di level Rp13.318. Menutup pekan terakhir di bulan Juli, kami memperkirakan IHSG berpeluang mixed.

Global Update

Pasar saham AS ditutup mixed semalam pasca the Fed mengumumkan tingkat suku bunganya dipertahankan. Indeks Dow Jones menguat hingga 0,4% didukung oleh rallynya saham Facebook dan Verizon Communications Inc berkat kinerja yang memuaskan, sementara indeks S&P500 ditutup flat di level 2.475,4 (-0,1%). Indeks Nasdaq jatuh 0,6% ke 6.382,2 seiring dengan koreksi dalam yang terjadi di saham-saham sektor transportasi, teknologi dan bioteknologi. Di sisi lain, pasar saham Eropa ditutup datar di tengah rilis kinerja emiten 1H17 yang mixed. Indeks Stoxx50 dan FTSE 100 kompak nyaris tidak bergerak, masing-masing ditutup pada levle 3.493,1 (+0,1%) dan 7.443,0 (-0,1%).

Result Update

BBCA 1H17 Result – Inline (NETRAL – TP Rp 18,220/saham)

 Ø  Kinerja 1H17 sesuai ekspektasi

 Ø  NIM flat di 2Q17

 Ø  NPL cenderung stagnan

 News Highlights

 Ø  GIAA bukukan rugi bersih 1H17 US$ 281,9 juta

 Ø  Laba bersih TLKM 1H17 capai Rp 12,1 triliun

 Ø  DMAS bukukan pendapatan 1H17 Rp 232 miliar

 Ø  JPFA cetak laba bersih 1H17 Rp 487,4 miliar

 Ø  SAME bukukan laba bersih Rp 46,6 miliar

 Ø  ASII Cetak Laba Rp9,4 Triliun

 Ø  BUMI Sukses Konversi Utang Rp 35 Triliun

 Ø  SGRO Bukukan Laba Bersih Rp180,9 M

 Ø  Laba Bersih 1H17 SIMP Meroket 378%

 Ø  ACES Cetak Laba Rp326 miliar

 Ø  SHID Kembali Merugi di 1H17

 Ø  Pendapatan Naik 18%, INCO Masih Rugi

 Ø  Penjualan dan Laba Bersih HMSP 1H17 Datar

Laba Bersih PTBA Tumbuh 144.48%

Berita Emiten

Friday , 28 Jul 2017 10:02

GIAA bukukan rugi bersih 1H17 US$ 281,9 juta

GIAA membukukan rugi bersih 1H17 senilai US$ 281,9 juta melonjak 4,4 kali lipat dibandingkan dengan rugi bersih 1H16 senilai US$ 63,6 juta sebagai akibat dari lonjakan biaya operasional penerbangan dan pemeliharaan masing-masing sebesar 17% YoY dan 7% YoY. Pendapatan perseroan pada periode yang sama naik 7% YoY dari US$ 1,76 miliar menjadi US$ 1,89 miliar.

Laba bersih TLKM 1H17 capai Rp 12,1 triliun

TLKM membukukan kenaikan laba bersih di 1H17 sebesar 21,9% YoY dari Rp 9,8 triliun menjadi Rp 12,1 triliun. Pendapatan perseroan pada periode yang sama meningkat 13% YoY dari Rp 56,5 triliun menjadi Rp 64 triliun.

DMAS bukukan pendapatan 1H17 Rp 232 miliar

DMAS membukukan pendapatan di 1H17 senilai total Rp 232 miliar yang sebagian besar berasal dari marketing sales penjualan lahan seluas 36 ha. Laba bersih di1H17 meningkat 52% YoY mencapai senilai Rp 121 miliar.

JPFA cetak laba bersih 1H17 Rp 487,4 miliar

JPFA membukukan perolehan laba bersih di 1H17 senilai total Rp 487,4 miliar turun 49% YoY dibandingkan dengan laba bersih 1H16 sebesar Rp 964 miliar. Penjualan perseroan pada periode yang sama naik 4,4% YoY dari Rp 13,5 triliun menjadi Rp 14,1 triliun.

SAME bukukan laba bersih Rp 46,6 miliar

SAME pada periode 1H17 berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 46,6 miliar dibandingkan rugi bersih di 1H16 senilai Rp 805,3 juta. Pendapatan jasa perseroan naik 19% YoY dari Rp 310,7 miliar menjadi Rp 369,7 miliar.

ASII Cetak Laba Rp9,4 Triliun

ASII mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp9,4 triliun pada 1H17, meningkat 31,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp7,1 triliun. Hal ini sejalan dengan pendapatan bersih perseroan yang meningkat 11,14% YoY dari Rp88,2 triliun menjadi Rp98,03 triliun pada 1H17. Selain membaiknya kinerja BNLI, pulihnya harga batu bara juga menguntungkan volume penjualan alat berat dan kontraktor pertambangan.

BUMI Sukses Konversi Utang Rp 35 Triliun

BUMI menuntaskan seluruh proses rights issue dan obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 35,07 triliun. Aksi korporasi ini terserap seluruhnya (fully subscribed) oleh pembeli siaga yang tak lain adalah kreditur BUMI.

SGRO Bukukan Laba Bersih Rp180,9 M

Setelah pada 1H16 membukukan rugi hingga Rp76,8 miliar, SGRO pada tahun ini berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp180,9 miliar, seiring dengan pendapatan yang melonjak hingga 49.9% dari Rp1,07 triliun menjadi Rp1,61 triliun pada 1H17.

Laba Bersih 1H17 SIMP Meroket 378%

Di 1H17, SIMP membukukan penjaualn sebesar Rp8,52 triliun, atau meningkat 26,8% YoY dari sebelumnya Rp6,72 triliun pada 1H16. Di sisi bottomline, perseroan berhasil mencetak laba bersih hingga Rp497,33 miliar, meroket 378,3% YoY dari Rp131,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

ACES Cetak Laba Rp326 miliar

Sepanjang 1H17, ACES berhasil mencetak laba bersih hingga Rp326,74 miliar, atau naik 40,4% YoY dari Rp232,7 miliar pada 1H16. Peningkatan ini sejalan dengan penjualan yang naik hingga 18,2% YoY dari Rp2,31 triliun menjadi Rp2,73 triliun.

Komentar analis:

Kinerja perseroan ditopang oleh SSSG 1H17 yang kuat mencapai 10,5% (paling kuat SSSG di bulan Juni mencapai 22,8%), berkat promosi di bulan Lebaran, merchandising baru sejak awal tahun seperti produk tekstil dan travel, serta relayout di sebagian besar gerai perseroan. Penjualan dan laba bersih perseroan di 1H17 sesuai ekspektasi kami, masing-masing 51,5% dan 49,3% dari target FY17 kami yaitu Rp5.31 triliun dan Rp662.9 miliar. Meski demikian, data SSSG yang sangat kuat melebihi ekspektasi kami. TP Under Review (Prev TP Rp950/ share)

SHID Kembali Merugi di 1H17

Di semester pertama 2017, SHID kembali membukukan kerugian yang mencapai Rp11,7 miliar, lebih buruk dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,55 miliar. Hal ini seiring dengan pendapatan usaha yang anjlok hingga 11.7% YoY dari Rp73,6 miliar menjadi hanya Rp65,03 miliar di 1H17.

Pendapatan Naik 18%, INCO Masih Rugi

INCO membukukan pendapatan sebesar US$291,9 juta di 1H17, atau naik 18,3% YoY dari sebelumnya US$246,8 juta di 1H16. Meski demikian, perseroan masih membukukan kerugian hingga US$21,5 juta, lebih buruk dari rugi tahun lalu yang mencapai US$20,0 juta.

Penjualan dan Laba Bersih HMSP 1H17 Datar

Di sepanjang 1H17 HMSP membukukan penjualan mencapai Rp46,59 triliun, turun tipis 1,58% YoY dari Rp47,34 triliun pada 1H16. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan di periode tersebut juga turun tipis 1,58% YoY dari Rp6,15 triliun menjadi Rp6,05 triliun.

Laba Bersih PTBA Tumbuh 144.48%

PTBA di 1H17 berhasil membukukan kenaikan penjualan hingga 32,7% YoY dari Rp6,76 triliun menjadi Rp8,97 triliun. Di sisi bottomline, laba bersih perseroan melonjak hingga 144.48% YoY dari Rp714.45 miliar menjadi Rp1.74 triliun.