Daily Views

Bursa Hari Ini

Wednesday, 18 Sep 2019 08:51

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat sebesar 0,3% berada pada level 6.236,7 didorong oleh maraknya aksi akumulasi saham investor yang menyasar saham-saham berbasis sektoral perkebunan, infrastruktur, property, finansial dan perdagangan. Tekanan jual yang terjadi atas saham-saham sektoral aneka industri, industri dasar, manufaktur dan pertambangan mengeliminasi sentimen akumulasi saham investor sehingga penguatan yang terjadi cenderung flat. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 586 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah ditutup melemah berada di level Rp 14.100 per dolar AS. Sementara itu, perdagangan bursa Asia pada pagi hari ini cenderung dibuka bervariasi dalam rentang yang tipis dimana indeks KOSPI dan Nikkei dibuka flat menanti pertemuan FOMC The Fed dimana investor berekspektasi The Fed akan memangkas FFR. IHSG pada hari ini kami perkirakan cenderung bergerak datar dan bervariasi dalam kisaran antara 6.190 – 6.255 mengekor flatnya pergerakan bursa regional.

Global Update

Bursa As dan Eropa pada perdagangan kemarin ditutup cenderung bervariasi sejalan dengan sikap wait & see investor jelang pertemuan FOMC The Fed yang diekspektasikan terjadi pemangkasan suku bunga acuan FFR lagi. Memudarnya kekhawatiran dampak serangan misil akhir pekan kekilang minyak Arab Saudi pasca Pemerintah Arab Saudi mengoperasikan kilang minyak yang rusak akbiat serangan misil tersebut sehingga mendorong koreksi harga minyak dunia ke level US$ 58,9 per barel (-4,9%). Saham-saham sektoral energy ditutup mengalami koreksi imbas dari koreksi harga minyak dunia. Indeks Dow Jones dan Nasdaq masing-masing ditutup menguat cenderung terbatas sebesar 0,1% dan 0,4% berada pada level 27.110,8 dan level 8.186,0. Sementara itu, indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx ditutup cenderung flat masing-masing berada pada  level 7.320,4 dan ke level 3.521,3. 

News Highlights

   Ø   WEGE Incar Kontrak Baru Rp 14 Triliun

   Ø   ADMF terbitkanobligasi RP 1,19 trilliun

   Ø   MSKY Private Placement Rp 847,6 Miliar

   Ø   GMFI BentukAnak Usaha BersamaCitilink

   Ø   HOKI menambahkapasitasbarumenjadi 20 ton/jam

   Ø   Produksiminyak Saudi diprediksiberhentisatubulan

   Ø   Januari- Juliekspor CPO tembus 19 juta ton

   Ø   PenjualanmobilAgustus 2019 anjlok 11,5% MoM

  

Berita Emiten

Wednesday, 18 Sep 2019 09:02

WEGE Incar Kontrak Baru Rp 14 Triliun

WEGE menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 14 triliun di 2020 +17% dari target tahun ini yang sebesar Rp 11,98 triliun. Hingga pekan pertama September 2019, perseroan telah mengantongi kontrak baru sebanyak Rp 5,2 triliun. Perseroan masih optimistis mengejar sisa target kontrak baru senilai Rp 7 triliun. Saat ini, WEGE tengah mengikuti berbagai tender konstruksi dan infrastruktur dengan nilai sekitar Rp 30 triliun.

ADMF terbitkan obligasi RP 1,19 trilliun

ADMF berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,19 triliun pada 7 Oktober 2019. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV dengan nilai total Rp 9 triliun. Obligasi tahap IV dan V diterbitkan pada 2019 dengan nilai masing-masing sebesar Rp 618 miliar dan Rp 2 triliun.

MSKY Private Placement Rp 847,6 Miliar

MSKY berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) atau private placement pada 23 September 2019. Perseroan menargetkan dana sebesarRp 847,6 miliar dari aksi korporasi tersebut. Perseroan berencana melepas 906.532.036 saham dalam aksi ini. Adapun harga pelaksanaan dari private placement tersebut adalah Rp 935 per saham. 

GMFI Bentuk Anak Usaha Bersama Citilink

Pada 12 September 2019, GMFI membentuk usaha  joint venture  (JV) bersama dengan PT Citilink Indonesia dengan kepemilikan saham 20 persen dibandingkan dengan 80 persen.  bisnis JV tersebut merupakan penggabungan antara bisnis  raining MRO di  GMFI dan training aviasi serta nonaviasi di Garuda Indonesia Group. Dengan demikian, usaha JV tersebut sudah memiliki pangsa pasar dan pelanggan.

HOKI menambah kapasitas baru menjadi 20 ton/jam

HOKI memiliki tambahan kapasitas produksi sebesar 20 ton per jam di Pabrik Subang dan mulai beroperasi padaOktober 2019. Perseroan dapat mengoptimalkan produksi beras kemasan. Dengan demikian, biaya lembur karyawan juga dapat ditekan sehingga mengurangi beban umum perseroan.

SSIA capai kontrak baru sebesar 49,43%

Hingga Agustus 2019, SSIA membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp1,73  riliun. Perolehan tersebut baru setara 49,43% dari target senilai Rp3,5 triliun tahun ini. Dalam sisa waktu tiga bulan lagi, manajemen  SSIA mengaku tetap optimistis mencapai nilaikontrak baru.