Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 21 Feb 2017 09:37

Market Movement

IHSG berakhir menguat tipis 0,2% di posisi 5.359,3 ditengah minimnya katalis positif ditengah pasar. Transaksi investor asing tercatat melakukan foreign net sell senilai Rp 7 miliar di seluruh pasar. Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS berada di Rp 13.354 dibandingkan posisi sorekemarin di Rp 13.343. Bursa-bursa regional masih kompak bertahan positif.Perdagangan hari ini diprediksikan akan menguat kembali ditengah penantian keluarnya laporan-laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2016.

Global Update

Bursa saham ASditutup libur untuk memperingati hari The President day atau hari lahirnya presiden pertama AS George Washington. Momentum ini digunakan untuk para pelaku pasar melihat pencapaian yang dilakukan dalam awal tahun 2017 ini.Sementara bursa Eropa stagnan AS dimana indeks Stoxx50 naik 0,1% dan FTSE100 stagnan 0% di level 3.312,4dan 7.299,9.

 News Highlights

Ø PPRO Kejar Cadangan Lahan 80 Hektar Tahun Ini

Ø INTP targetkan pertumbuhan penjualan 5% YoY di 2017

Ø ASII Topping Of Dua Proyek Properti

Ø Produksi BWPT meningkat 100% pada kuartal IV-2016

Ø Usai reverse stock, UNSP akan restrukturasi utang

Ø Laba bersih SMGR tahun 2016 stagnan

Ø MYOR terbitkan obligasi maksimal Rp 2 T

Ø FPNI Sepakati Service Agreement dengan LCTC

MCOR Fokus Biayai Infrastruktur





Berita Emiten

Tuesday , 21 Feb 2017 09:39

PPRO Kejar Cadangan Lahan 80 Hektar Tahun Ini

PPRO menargetkan peningkatan cadangan lahan tahun dapat mencapai 17,6% dari posisi saat ini sekitar 68 hektar menjadi 80 hektar di akhir 2017.

INTP targetkan pertumbuhan penjualan 5% YoY di 2017

INTP menargetkan peningkatan penjualan tahun 2017. Target penjualan yang dipatok oleh manajemen yaitu tumbuh 4% - 5 %, angka ini inline dengan target pertumbuhan industri semen.

ASII Topping Of Dua Proyek Properti

ASII telah melakukan topping off dua proyek propertinya, yakni Menara Astra dan Anandamaya Residences pada Senin 20 februari 2017.

Produksi BWPT meningkat 100% pada kuartal IV-2016

Sentimen positif kembali pada BWPT. Setelah proses akuisisi yang hampir tuntas, kini sentimen positif berasal dari kinerja perseroan.Sepanjang 4Q16, produksi tandan buah segar (TBS) perseroan tercatat 166.000 ton. Angka ini naik 100% YoY dibanding produksi 3Q16.

Usai reverse stock, UNSP akan restrukturasi utang

Usai melaksanakan reverse stock, UNSP akan memulai melakukan usaha-usaha untuk merestrukturisasi utang perseroan. Perseroan berfokus untuk mengurangi beban bunga yang menjerat perseroan.

Laba bersih SMGR tahun 2016 stagnan

Pada 2016, SMGR mencatatkan laba bersih menjadi Rp 4,52 triliun, sama seperti tahun 2015. Pendapatan sepanjang 2016 tercatat Rp 26,13 triliun, turun 3% YoY dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 26,95 triliun.  Beban pokok juga tidak bergerak jauh. Masing-masing Rp 16,28 triliun pada 2016 dan Rp 16,30 triliun pada 2015. Namun, porsi beban terhadap pendapatannya membesar jadi 62% dari sebelumnya 60% seiring dengan penurunan pendapatan konsolidasi.

MYOR terbitkan obligasi maksimal Rp 2 T

MYOR baru saja menuntaskan penerbitan obligasi berkelanjutan dengan perolehan dana maksimal Rp 2 triliun.MYOR merilis obligasi ini dalam rangka melunasi sukuk mudharabah II perseroan tahun 2012 sebesar Rp 250 miliar yang akan jatuh tempo pada tahun ini. Sisa dari perolehan dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja.

FPNI Sepakati Service Agreement dengan LCTC

FPNI melakukan perjanjian service agreement dengan Lotte Chemical Titan Corporation Sdn Bhd (LCTC) yang berbasis di Malaysia. Perjanjian tersebut dilakukan melalui anak usaha FPNI yaitu PT Lotte Chemical Titan Nusantara (LCTN) mulai 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2017.Transaksi afiliasi ini memiliki nilai total mencapai US$60 ribu atau setara dengan Rp799,68 juta dengan kurs rupiah Rp13.328 per US$. Jasa yang diberikan LCTN kepada LCTC antara lain setuju untuk memberikan dukungan konsultasi, saran-saran dan manajemen yang diperlukan LCTC.

MCOR Fokus Biayai Infrastruktur

MCOR akan fokus dalam pembiayaan sektor korporasi, khususnya infrastruktur sehingga turut mendukung perekonomian Indonesia. Fokus MCOR seiring dengan masuknya pengendali baru China Construction Bank Corporation (CCB) yang saat ini telah memiliki 60 persen saham.Proyek infrastruktur yang MCOR akan masuki saat ini adalah PLTU dan  juga akan mengundang CCB dunia, yang ada di 20 negara untuk turut memberikan kontribusi. Selain itu, perseroan juga akan masuk ke bisnis pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), dan juga akan menjadi market maker bisnis RMB di Indonesia.