Daily Views

Bursa Hari Ini

Monday , 24 Jun 2019 09:09

Market Movement

IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup turun sebesar 0,3% berada pada level 6.315,4 sejalan dengan terjadinya aksi profit taking yang melanda atas saham-saham berbasis sektoral aneka industri, properti, konsumer, manufaktur, perdagangan dan infrastruktur. Koreksi yang terjadi masih mampu diimbangi oleh aksi selektive buy investor pada saham-saham berbasis sektoral pertambangan, perkabunan, industri dasar dan finansial. Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 0,2% di level Rp 14.155,- per dolar AS sedangkan investor asing kembali membukukan transaksi net buy senilai Rp 367 miliar. Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka melemah dipicu oleh lonjakan signifikan harga minyak dunia sebesar 1,1% akibat masih tingginya ketegangan tensi AS dan Iran serta sikap wait & see investor jelang pertemuan G-20 di Jepang akhir pekan nanti. Indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing dibuka melemah sebesar 0,2% dan 0,1%. IHSG sendiri pada awal pekan ini kami perkirakan bergerak relatif terbatas dan berfluktuatif pada kisaran 6.265-6.360 dengan potensi terjadi koreksi lanjutan.

Global Update

Memanasnya tensi ketegangan antara AS dan Tiongkok setelah Presiden AS, Donald Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran pekan lalu dan masih tingginya kemungkinan AS akan membalas serangan militer ke Iran pasca ditembaknya drone militer AS mengeliminasi sentimen positif atas ekspektasi optimisme negosiasi ulang perdagangan AS dan Tiongkok dalam pertemuan G-20 pada 28-29 Juni 2019 mendatang. Alhasil bursa AS dan Eropa ditutup cenderung mengalami pelemahan dimana indeks Dow Jones, Nasdaq dan FTSE masing-masing melemah sebesar 0,1%; 0,2% dan 0,4% ditutup berada pada level 26.719,1; 8.031,7; 7.407,5. Disisi lain, ketegangan konflik atas AS dan Irak tersebut menyebabkan terjadinya lonjakan harga minyak dunia sebesar 1,1% di level US$ 57,3 per barel sekaligus mempengaruhi kenaikan harga saham sektoral energi. 

News Highlights                               

Ø  DKFT Bidik Pertumbuhan 99,84%

Ø  DKFT Lanjutkan Smelter Tahap II

Ø  DKFT Incar Rp2,4 T dari Rights Issue

Ø  5M19, WIKA Raih Kontrak Rp13,4 T

Ø  BBRI Akuisisi BRINS

Ø  LEAD Kantongi Kontrak Baru US$11,4 Juta

Ø  PLIN Tawarkan DIRE Rp10,4 triliun

Ø  SCBD Matangkan Pendanaan Signature Tower US$1,7 Miliar

Ø  ADHI Raih Kontrak Baru Rp4,6 T

Ø  BUDI Anggarkan Capex Rp100 M

Ø  BUDI Bagi Dividen Rp22,49 M

Ø  INPP Siapkan Capex Rp727 M

Ø  INPP Divestasi Saham PLIN

Ø  BYAN Teken Perjanjian Pasokan Batu Bara ke Bangladesh US$1 M

Ø  PJAA Siap Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

Ø  WSBP raih kontrak baru Rp 2,39 triliun hingga tengah Juni

Ø  BALI alokasikan Rp 250 miliar untuk membangun menara MCP

Ø  ASRI akan meluncurkan dua produk baru di 2H19

Ø  TLKM Divestasi Saham Jalin ke Danareksa

Ø  BI Perkirakan Neraca Dagang Mei Surplus

Ø  Belanja Modal K/L Turun 5,9% YoY

Ø  Dorong IPO, OJK Siapkan Insentif 

Berita Emiten

Monday , 24 Jun 2019 09:13

DKFT Bidik Pertumbuhan 99,84%

Tahun ini, DKFT membidik penjualan pada tahun ini sebesar Rp1,04 triliun, tumbuh 99,84% YoY dari realisasi 2018 sebesar Rp518,58 miliar, dengan laba bersih yang ditargetkan sebear Rp46,45 miliar dari posisi rugi bersih Rp53,28 miliar pada tahun lalu. Dari sisi operasional, perseroan menargetkan penjualan bijih nikel ke smelter sebesar 200.000 ton dan ke pasar ekspor mencapai 818.000 ton, sementara penjualan feronikel ditarget mencapai 39.200 ton.

DKFT Lanjutkan Smelter Tahap II

DKFT meneruskan pengembangan smelter feronikel tahap II, setelah menyelesaikan proses feasibility study dan land clearance. Proyek smelter feronikel berlokasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah ini akan rampung pada 2Q22. Lewat pabrik ini, total kapasitas smelter feronikel perseroan menjadi 250.000 MT/ tahun dari saat ini 100.000 MT. Untuk pembangunan pabrik ini perseroan membutuhkan dana sebesar US$500 juta yang 30% berasal dari kas internal dan 70% dari pinjaman bank.

DKFT Incar Rp2,4 T dari Rights Issue

DKFT membidik dana segar Rp1,9 triliun hingga Rp2,4 triliun dari rights issue yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan pengembangan smelter. Melalui rights issue ini, perseroan akan melakukan peningkatan modal maksimal 9,5 miliar saham dari 5,6 miliar saham menjadi 15,1 miliar saham. Secara detail, 50% dana hasil rights issue untuk modal kerja entitas anak PT Mulia Pacific Resources, PT Itamatra Nusantara dan PT Bumi Konawe Abadi, dan sisa 50% untuk modal kerja dan pengembagnan smelter PT COR Industri Indonesia (CORII).

5M19, WIKA Raih Kontrak Rp13,4 T

Hingga 5M19, WIKA mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp13,4 triliun, dimana Rp5 triliun diantaranya berasal dari pemerintah dan sisanya dari swasta dan luar negeri. Adapun tahun ini perseroan mengincar kontrak baru Rp61,74 triliun, dengan pendapatan mencapai Rp42 triliun.

BBRI Akuisisi BRINS

BBRI akan mengakuisisi 90% saham PT Bringin Sejahtera Artha Makmur (BRINS) seharga Rp1,04 triliun, atau sekitar 1,6x nilai buku. Saat ini perseroan telah mencapai proses CSPA dan seluruh proses diperkirakan rampung pada September 2019. BRINS merupakan anak usaha Dapen BRI yang bergerak pada bidang asuransi umum.

LEAD Kantongi Kontrak Baru US$11,4 Juta

LEAD berhasil mengantongi kontrak baru senilai US$11,4 juta sepanjang 5M19, yang merupakan kontrak yang diperbarui dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk 28 kapal dengan periode kontrak 6-36 bulan. Adapun hingga 6M19, utilisasi armada kapal eperseroan telah mencapai 60%.

PLIN Tawarkan DIRE Rp10,4 triliun

PLIN menerbitkan instrument dana investasi real estate (DIRE) dengan nilai Rp10,4 triliun, melalui special purpose company, PT Plaza Indonesia Investama (PII) bersama manager investasi PT Sinarmas Asset Management.

SCBD Matangkan Pendanaan Signature Tower US$1,7 Miliar

SCBD optimis melanjutkan proyek gedung tertinggi Signature Tower Jakarta yang telah dicetuskan sejak 2012. Saat ini perseroan tengah merancang pendanaan untuk ekspansi gedung senilai US$1,7 miliar tersebut.

ADHI Raih Kontrak Baru Rp4,6 T

ADHI membukukan kontrak baru senilai Rp4,6 triliun hingga 5M19, dimana 15,5% berasal dari Pemerintah, 77,3% dari BUMN dan 7,2% sisanya berasal dari swasta/lainnya. Adapun di bulan Mei, perseroan meraih tambahan kontrak baru yang terdiri dari proyek revitalisasi sekolah-Paket III di Jakarta senilai Rp1771, miliar dan renovasi bandara Hang Nadim di Batam senilai Rp157,1 miliar. 

BUDI Anggarkan Capex Rp100 M

BUDI menyiapkan capex senilai Rp100 miliar tahun ini yang sebagian besar dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pabrik produksi pabrik tapioca perseroan.

BUDI Bagi Dividen Rp22,49 M

BUDI akan membagikan dividen senilai Rp22,49 miliar, atau Rp5 per saham, yang merefleksikan rasio 10% dari total laba bersih perseroan tahun 2018.

INPP Siapkan Capex Rp727 M

INPP menganggarkan capex Rp727,85 miliar pada thaun ini yang berasal dari kas internal (30-40%) dan pinjaman bank (60-70%). Dana capex tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek ekspansi antaralain pembangunan hotel dan apartemen di kawasan Batam, Bali dan Makasar, serta renovasi hotel Harris di Batam, Bali, dan FX Sudirman.

INPP Divestasi Saham PLIN

INPP pada tahun ini berencana melakukan divestasi seluruh saham kepemilikannya di PLIN sebesar 36,4% senilai Rp3,6 triliun, yang akan diinvestasikan dalam bentuk DIRE PLIN.

BYAN Teken Perjanjian Pasokan Batu Bara ke Bangladesh US$1 M

BYAN meneken perjanjian pasokan batu bara dengan Bangladesh-China Power Company (Pvt.) Limited berdurasi 10 tahun dengan nilai US$1 miliar.

PJAA Siap Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

PJAA melakukan penawaran umum surat utang atau obligasi dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun.

WSBP raih kontrak baru Rp 2,39 triliun hingga tengah Juni

WSBP catatkan nilai kontak baru sebesar Rp 2,39 triliun hingga pertengahan Juni ini. Adapun tahun ini perusahaan  menargetkan kontrak baru sebesar Rp 10,39 triliun.

BALI alokasikan Rp 250 miliar untuk membangun menara MCP

BALI berencana membangun 500 menara Microcell Pole (MCP) hingga akhir tahun 2019. Pembangunan ini akan mencuil separuh dari alokasi belanja modal tahun ini. Total capex tahun 2019 kurang lebih Rp 500 miliar.

ASRI akan meluncurkan dua produk baru di 2H19

ASRI akan meluncurkan 2 produk baru di 2H19, untuk mencapai target marketing sales sebesar Rp 5 triliun tahun ini.

TLKM Divestasi Saham Jalin ke Danareksa

TLKM mendivestasi saham PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) kepada PT Danareksa (Persero) sebanyak 654.804 lembar saham atau 67% saham. Nilai transaksi penjualan tersebut mencapai Rp394.569.700.000.