Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 23 Nov 2017 09:37

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin terjadi rebound dan akhirnya ditutup menguat di level 6.069,8 (+0,6%) seklaigus mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Penguatan tersebut ditopang oleh aksi akumulasi saham-saham dalam sektroral berbasis pertambangan, finansial, aneka industri dan perdagangan. Sementara itu, saham-saham sektoral konsumer dan perkebunan ditutup turun akibat aksi profit taking investor. Saham-saham unggulan menjadi daya tarik investor untuk akumulasi buy seperti, BBRI, BBNI, BBCA, ASII, UNTR dan JSMR sehingga menjadi penggerak rebound IHSG. Investor asing tercatat melakukan transaksi net buy signifikan senilai Rp 1 triliun. Untuk IHSG pada hari ini kami perkirakan masih bergerak dalam rentang yang terbatas antara 6.030-6.070 dengan potensi terjadi koreksi akibat profit taking. Saham pilihan kami masih fokus pada DOID, SMRA dan UNTR.

Global Update

Bursa As dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup bervariasi dengan indeks Dow Jones ditutup terkoreksi di level 23.526,2 (-0,3%) pasca mencetak rekor all time high-nya. Korksi tersebut disebabkan oleh anjloknya harga saham Hewlett-Packard setelah pengumuman pergantian Direktur dari Whitman ke Antonio Neri. Sementara itu, hasil pertemuan The Fed mengindikasikan menahan suku bunga acuan FFR dengan melihat perkembangan data inflasi. The Fed juga mengindikasikan masih ada ruang penaikan FFR 3 kali pada tahun depan.

News Highlights

Ø Laba bersih BALI 9M17 Naik 26%

Ø TOTO bagikan dividen Rp 5 per saham

Ø CPRO ubah porsi private placement

Ø DAJK pailit demi hukum

Ø 70% Capex LINK untuk Java Backbone

Ø JSMR Tambah 2 Ruas Tol Baru

Ø TOPS Targetkan Kontrak Baru Rp 4 T

Ø NISP Patok Kupon 6,15-7,2%

Ø INKP Terbitkan MTN Rp 1 triliun

Ø INRU Kantongi Pinjaman US$150 Juta

Ø Campina Patok Harga IPO Rp 310-400

Berita Emiten

Thursday , 23 Nov 2017 09:41

Laba bersih BALI 9M17 Naik 26%

BALI membukukan laba bersih 9M17 sebesar Rp160,8 miliar naik sebesar 26% YoY dibandingkan dengan laba bersih 9M16 sbesar Rp127,5 miliar.

TOTO bagikan dividen Rp 5 per saham

TOTO akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5 per saham. Cum dividen jatuh pada tanggal 27 November 2017. Ex dividen jatuh pada 28 November 2017.Tanggal 30 November 2017 jadi pencatatan terakhir dalam daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim ini atau recording date.

CPRO ubah porsi private placement

CPRO akan melakukan private placement dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 19,88 miliar saham baru seri B dengan jumlah nominal Rp 50 per saham dari sebelumnya sebanyak  19,10 miliar saham baru (47,2%) sebagai antisipasi perubahan kurs mata uang dollar AS terhadap rupiah dan proses persetujuan dari pemegang obligasi.

DAJK pailit demi hukum

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menyatakan DAJK pailit demi hukum karena permohonan pembatalan perdamaian alias homologasi yang diajukan oleh BMRI diterima oleh majelis hakim. BMRI mengajukan pembatalan lantaran, DAJK tidak memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah disahkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

70% Capex LINK untuk Java Backbone

Hingga 2021, LINK mengalokasikan 70% dari capex tahunan sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan infrastruktur, terutama megaproyek jaringan serat optic Java Backbone, sementara 30% sisanya untuk maintenance. Java Backbone adalah megaproyek pembangunan kabel serat optic yang menghubungkan 43 kota di Jawa sepanjang 128.297 km2 yang direncanakan selesai 2021, yang diharapkan mendongkrak jangkauan area layanan Internet First Media dari saat ini 1,9 juta menjadi 2,8 juta pada 2021.

JSMR Tambah 2 Ruas Tol Baru

JSMR berencana membangun 2 ruas tol baru pada tahun depan setelah ditetapkan menjadi pemenang lelang proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Selatan. Sementara itu, Moody’s Investors Serviece menetapkan peringkat Baa3 pertamakalinya untuk JSMR dan rencana penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah oleh perseroan.

TOPS Targetkan Kontrak Baru Rp4 T

TOPS menargetkan kontrak baru Rp4 triliun pada 2018 atau meningkat 33% YoY dari perkiraaan realisasi thaun ini Rp3 triilun. Secara rinci, perseroan menargetkan kontrak baru Rp1 triliun dari proyek pemerintah dan sisanya dari swasta. Untuk mencapai target kinerja tahun depan, perseroan menganggarkan capex Rp50-100 miliar atau 2-4 kali lipar dari perkiraan realisasi capex tahun ini Rp25 miliar, yang akan digunakan untuk belanja alat atau sarana pendukung proyek.

NISP Patok Kupon 6,15-7,2%

NISP menetapkan kupon sebesar 6,15%-7,20% atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap III Tahun 2017 senilai maksimal Rp2 triliun. Obligasi yang akan diterbitkan dalam 3 seri ini bernilai masing-masing A) Rp975 miliar dengan tenor 370 hari dan kupon 6,15%; B) Tenor 2 tahun senilai Rp175 miliar berkupon 6,75%, dan C) Rp609 miliar bertenor 3 tahun berkupon 7,20%. Dana hasil emisi obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk pemberian kredit.

INKP Terbitkan MTN Rp1 triliun

INKP menerbitkan MTN dengan nilai Rp1 triliun untuk memperkuat modal kerja dan capex perseroan. Sebagian MTN tersebut akan dibeli oleh pihak terafiliasi, PT Sinarmas Asset Management senilai Rp326 miliar dan BSIM sejumlah Rp15 miliar, dan sisa Rp659 miliar akan ditawarkan ke public. Perseroan berencana menawarkan kupon sebesar 10,25% dengan jangka waktu 3 tahun yang bunganya akan dibayar setiap triwulan sejak tanggal penerbitan.

INRU Kantongi Pinjaman US$150 Juta

INRU mendapatkan pinjaman US$150 juta dari Pinacle Company Ltd (PLC) yang akan digunakan untuk melanjutkan usahanya, seperti perawatan pabrik (mill major maintenance) dan penggantian sebagian mesin yang diperkirakan mencapai US$100 juta, serta untuk pengembalian pembayaran uang muka dari DP Marketing International Macau Commercial Offshore Limited sebesar US$40 juta yang jatuh tempo Desember 2017.

Campina Patok Harga IPO Rp 310-400

PT Campina Ice Cream Industry Tbk menawarkan harga saham IPO perseroan di kisaran Rp 310-400 per saham (PER 17-21x), dengan melepas 885 juta saham baru atau setara 15,04% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dengan demikian, potensi dana yang diraih perseroan dari IPO ini mencapai Rp274 miliar hingga Rp354 miliar. Sebesar Rp260 miliar akan digunakan untuk pelunasan pokok utang perseroan senilai Rp260 miliar dan sisanya untuk peningkatan modal kerja.