Daily Views

Bursa Hari Ini

Wednesday, 20 Sep 2017 09:49

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin kembail berlangsung cukup fluktuatif dengan ditutup menguat tipis 0,3% ke level 5.901,3. Aksi akumulasi saham sektoral pertambangan, aneka industri, properti, finansial dan perdagangan menjadi kontribusi laju penguatan IHSG. Sementara itu, saham-saham berbasis sektoral perkebunan, industri dasar, konsumer, infrastruktur dan manufaktur terkena aksi tekanan jualan investoe. Tercatat investor asing masih membukukan transaksi net sell senilai Rp 230 miliar. IHSG pada hari ini tren pergerakannya masih sama cenderung volatil dan berada dalam kisaran yang cukup sempit.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup naik super tipis akibat sikap wait & see investor atas hasil pertemuan The Fed dengan ekspektasi mengenai prospek ekonomi dan rencana penaikkan FFR. Saham-saham sektoral finansial menjadi katalis utama dalam pergerakan naik bursa global tersebut sedangkan saham-saham sektoral Healthcare terkoreksi akibat rencana kajian ualang UU Kesehatan dalam Pemerintahan Obama sebelumnya. Sementara itu, harga minyak dunia ditutup turun sebesar 0,9% menuju ke level US$ 49,5 perbarrel..

Result Update

WIKA 1H17 (UNDER REVIEW)

Ø WIKA mengalami pertumbuhan pendapatan 57,2% YoY di 1H17

Ø Per 8M17, Kontrak Baru WIKA menjadi Rp 30,76 triliun

Ø Kenaikan laba bersih 70% YoY

Ø Maintain BUY – TP Under review

 News Highlights

Ø TOWR terbitkan obligasi Rp 700 miliar

Ø HRTA raih pinjaman Rp 90 miliar

Ø KINO beri pinjaman ke Ristra

Ø PTPP kantongi kontrak baru Rp 30 triliun

Ø BWPT catatkan rekor produksi tertinggi

Ø ADHI kantongi kontrak Rp 537 miliar dari PTBA

Berita Emiten

Wednesday, 20 Sep 2017 09:51

TOWR terbitkan obligasi Rp 700 miliar

TOWR menerbitkan obligasi senilai total Rp 700 miliar dengan kupon 8,4% dan tenor 3 tahun. Obligasi ini memperoleh ratimh AA- dari Fitch Ratings Indonesia meski perseroan tidak memberikan jaminan khusus. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai refinancing pinjaman anak perusahaan.

HRTA raih pinjaman Rp 90 miliar

HRTA memperoleh fasilitas pinjaman dari BBNI  sebesar Rp 90 miliar yang akan digunakan untuk  pabrikasi perhiasan emas dan perdagangan perhiasan emas.

KINO beri pinjaman ke Ristra

KINO memberikan pinjaman senilai Rp 1,1 miliar kepada anak perusahaannya yakni PT Ristra Laboratoris Indonesia. Ristra akan menggunakan dana pinjaman ini untuk pelaksanaan kegiatan operasional. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena KINO meguasai 85% saham kepemilikan di PT Ristra tersebut.

PTPP kantongi kontrak baru Rp 30 triliun

PTPP memperoleh kontrak baru senilai Rp 30 triliun hingga 9M17 dimana kontrak baru yang sudah diperoleh pada bulan Agustus 2017 adalah proyek bandara di Kulonprogo sebesar Rp 6,5 - 7 triliun. Sementara itu penjualan per Agustus naik 19% YoY menjadi Rp 11,5 triliun dan laba bersih naik 58% YoY menjadi Rp 836 miliar.

BWPT catatkan rekor produksi tertinggi

BWPT mencatatkan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 122.499 ton per Agustus 2017 yang merupakan produksi tertinggi tahun ini dan juga meningkat 60% YoY dibanding Agustus 2016 sebesar 76.419 ton. Alhasil, produksi CPO perseroan mencapai 27.806 ton, naik 70% YoY dibandingkan tahun lalu sebanyak 6.358 ton. Sepanjang periode Januari-Agustus 2017, BWPT telah mengakumulasi produksi TBS 859.451 ton, naik sekitar 24% YoY dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 694.670 ton.

ADHI kantongi kontrak Rp 537 miliar dari PTBA

ADHI memperoleh kontrak pekerjaan Pembangunan Pemukiman Township Tanah Putih dari PTBA senilai total Rp 537,28 miliar. Lingkup pekerjaan kontrak tersebut adalah proyek pembangunan perumahan, apartemen, gedung serbaguna dan sarana penunjang dengan waktu pelaksanaan pengerjaan proyek ini selama 15 bulan. Dengan perolehan tersebut, maka realisasi kontrak baru ADHI setara dengan 45% dari total target 2017 sebesar Rp 21 triliun.